Terima Kasih Ramadhan



Ramadhan, saat itu aku tau kau akan datang karena banyak iklan sirup yang tayang di TV, dan pemakaman di datangi orang orang yang melepas rindu. aku selalu senang jika kau datang, kau selalu membawa hal hal yang khas bersamamu dan itu yang selalu membuatku menantimu. matahari lebih panas dari tahun kemaren, jujur, aku selalu menantikan hujan yang teduh.

Ramadhan, mudah mudahan yang aku dapat tahun ini bukan sekedar lapar dan haus tapi juga pengampunan dan pemahaman. aku yakin, setelah kamu berlalu aku lebih bisa memahami-Nya dan jika memang aku beruntung aku lebih bisa memahami diriku sendiri.

Ramadhan, kemaren aku iseng main ke jalanan rumah, tempat dimana aku bermain dulu, menyusuri langkah demi langkah dan mengingat betapa bandelnya aku dan teman teman ku sepulang teraweh dulu. dijalan ini, kami bermain petasan, dikejar satpam, dan ada juga yang masuk selokan. aku tidak tau teman teman kecil ku entah kemana karena udah belasan tahun aku pindah dari tempat ini. andai waktu bisa terulang, aku ingin kembali untuk melepas rindu dengan mereka.

Ramadhan, kau membuatku tetap sabar memunggu, membuatku lebih mengerti keadaan. dan aku sudah siap untuk merelakan, jika itu yang harus ku lakukan. ini adalah ramadhan ketiga yang aku lewati bersama rindu dan penantian. kebiasaanya masih sama, cara dia menulis pesan, cara dia menyindir jika aku salah, cara dia mendengar ceritaku dan cara dia bercerita masih sama. Ramadhan, menyanyangi seseorang adalah rangkaian pertanyaan tanpa ada yang tau jawabannya. apakah aku hanya sekedar cerita baginya? apakah aku bisa menyamankannya? apakah aku bisa menepati janji janji? apakah aku pantas?. tidak ada yang tau, tapi aku menikmatinya tanda tanya demi tanda tanya.
namun aku yakin ramadhan, kamu bisa menjawab pertanyaan pertanyaan ini. apakah tahun depan aku masih merindukanya? apakah aku sudah melupakannya?.

Ramadhan, sampai jumpa, terima kasih atas hawa yang kamu berikan dI setiap penjuruh kota, terima kasih atas malam yang panjang menunggu sahur, detik demi detik ketika orang terjaga. terimakasih atas ide ide yang kamu berikan di pagi hari, semoga goresan ini bisa melahirkan karya karya baru, aku optimis.

Ramadhan, terima kasih atas keluarga yang kau kumpulkan di meja makan ketika azan magrib itu. terima kasih atas rindu yang terbalas bersama teman teman dulu. jujur aku kanget melihatnya, banyak yang berubah dari mereka, aku sadar, sesuatu yang ditinggalkan takan pernah sama jika kita kembali, kenangan itu tepat enam tahun lalu. aku yakin, kita memang harus kembali ke masa lalu untuk melihat seberapa jauh kita berkembang.
Ramadhan, terima kasih atas kekompakan yang semakin erat, hanya kau yang bisa mengumpuli kami dengan rindu yang lengkap. ramadhan, selamat jalan namun apa aku pantas merayakan kepergianmu bersama Idul fitri. 





Postingan populer dari blog ini

Sahabatmu, Juga Musuhmu

Kertas Bisikan Rindu

Tertikung