Rabu, 10 Juni 2015

Tertikung

gue, gun, sandar menjalanin persahabatan udah hampir 5 tahun lamanya. Tak ada satu pun canda yang terlewatkan untuk nongkrong bareng. kami di pertemukan melalui satu mie instan di katin sekolah. Ceritanya, waktu itu mie instan di katin itu hanya tinggal satu, sudah habis terjual di saat jam istirahat. Gue yang sedari jam pertama dihukum karena telat ke sekolah dan baru selesai tu hukuman ketika semua siswa mau pulang sekolah. dan gue gak tau mereka kenapa,yang jelas gue lapar amat waktu itu. disaat itu kami datang dengan membawa rasa lapar yang membara, saat itu kami tak saling kenal. aku tak mengenali gun dan sandar. Sebaliknya mereka juga  tak mengenaliku. Bahkan kami disaat itu sama sama memasang sikap sok garang untuk mendapat mie instan di katin sekolah waktu itu.


“kak mienya buat aku..kan aku yang di luan datang” tegas gun pada kakak kantin menaikan alisnya yang tebal

“enak aja buat aku kak...aku bayar dua kali lipat kak, laper amat nih” balas ku  pura pura mengelus ngelus perut

“eh songong lu...jelas gue yang di luan” bentak gun

“eh udah..udah, jadi gini mienya buat kita bertiga kan sama sama lapar tu” jelas sandar yang sok jadi pahlawan antara aku dan gun

Akhirnya, dengan rasa yang tak ikhlas hati gue, kami makan satu mie instan tu bertiga. Apes kan! Kayak di pengungsian aja.  Aku dan gun berkali kali merebut rebut, menatap tajam seperti elang menatap mangsanya. Gue ngerasa sayang liat sandar yang sedari tadi hanya dapat sesuap mie instan. Dan gue putusin untuk tidak lancutin tu makanan.

Dan setelah kejadian itu. Kami begitu dekat dan gak nyangka kami udah 5 tahun bareng barngan. Persahabatan begitu indah kami jalanin. Banyak hal yang kami jalani bersama tentu itu tak akan prnah terlupakan oleh memoriku. Seumur hidup.
                                            ***
Sebenarnya kami adalah pria remaja yang memiliki wanita impian masing masing. Kami juga orang puitis. Sering di katain lebay karena kepuitisan terlalu tingkat tinggi. Kemana aja kami selalu bertiga, tapi gak untuk ke kamar mandi ya!. Mereka itu ada selalu kalau gue butuhin mereka. Ketika gue punya masalah sama wanita impian yang terus menjadi angan angan di hidup gue, yah! Namanya aja wanita impian. Kami juga selalu cerita kalau wanita impian kami itu udah berganti pada porosnya (gebetan baru).

Senja itu, kami menikmati rasa lelah dengan menyandarkan diri di tepi pantai. gue melihat ada yang aneh dari sikap sandar hari ini. Kebetulan kami waktu itu duduk terpisah (Biasa remaja sedang galau!) Gue yang penuh rasa penasaran datang dari arah belakang sandar. dan pas gue liatt....sandar lagi ngeliat foto cewe dan itu adalah gebetan gun. Waduh..ada apa hari ini?

“eh ndar gila loe ini kan gebetan nya si gun, emang loe gak tau apa” tanya gue  pelan seraya melihat gun yang sedang duduk di atas batu.

“kenapa emangnya..kan gebetan, bukan pacar”

“loe benaran suka sama ni anak?”

“iya, gue suka amat liat lekuk wajahnya yang bulat dan pipinya yang teubem juga tak kalah bibirnya yang 
seksi wow...men” licik sandar sambil tersenyum

“terus loe ngenikung si gun dong”

“gue udah siap buat bersaing ma tu anak”

“wahhh gila amat loe,salah minum obat kali ni anak, eh mau kemana loe?”

“mau buat pernyataan persaingan antara gue dan dia”

“wah ndar....ndar gila loe..ndar”
Sandar berjalan ke arah gun yang sedang duduk di atas batu bibir pantai. Gue rasa hari ini akan ada perang antar sahabat. Wahhh gawat. Gue tak tahu harus buat apalagi untuk ngelarang tu anak. Yang jelas gue semua serahin  pada sang kuasa jagat raya ini. Gue mengikuti sandar dari belakang.

“gun gue mau ngomong sama loe” ajak sandar dengan nada pelan.

“mau ngomnong apa loe, tumben amat”

“gue se...benarnya juga suka ma gebetan loe itu”

Dan itu terjadi. Mampus deh!!!

“wawahh...wahhhh gak terima gue”

“dan gue mau jujur ma kalian sebenarnya dia bukan gebetan gue aja, kami udah pacaran selama dua minggu ini” licik sandar kepada kami

Gun terpanjing amarahnya, dia beranjak dari duduknya dan siap untuk memukuli sandar. gue yang berada di sebelah kanan gun langsung menahan gun. Seraya berkata “sabar...sabar!”. gue gak nyangka gun yang terkenal dengan kegagahanya hari ini menangis karena cinta yang di anggap akan menjadi miliknya. Kini suasana menjadi kebencian diselimuti rasa dendam antara gun dan sandar. gue gak bisa nerima ini sebenarnya. Persahabatan yang telah terbina selama 5 tahun lamanya. Kini hancur gara gara satu wanita yang gak jelas gini. Gak bisa terima gue sebenarnya. Tapi  apa boleh buat, semuanya telah terjadi. Semoga ini hanya ujian dari maha esa.

“haha....wkwkw...wkwkwkwk” tawa sandar dengan nada licik

“berengsek loe ndar” bentak gue

“siapa yang berengsek? Orang gue Cuma becanda kok, gue tu Cuma mau ngetes cintanya gun ke ini cewe. Tulus ngak? Soalnya ni cewekan sepupu gue”

“apa.....????” kami terkejut dengan katanya sandar

“jadi loe Cuma becanda ndar, dan dia sepupu loe”

“iya”

“SERIUS LOE?”

“udah males gue bicarainnya, sekarang loe makan tu cinta loe. Awas loe mainin sepupu gue!”

“ya..ya.. gue akan jaga ni cinta. Tenang aja men” kata gun dengan rasa yang senang lagi bergejolak

“kita di pertemukan oleh satu mie instan, gue gak mau kita di pisahin dengan satu cewe”

“jadi ndar?” tanya gue
“ya mie instan juga kali” candanya

Disaat itu, suasana berubah, pada awalnya di penuhi dendam dalam persahabatan. Kini berubah dengan penuh kasih sayang di antara kami. Ternyata itu hanya kelicikan sandar pada gun, yang mau nguji cintanya dia ke sepupunya. Sebelumnya gun tidak tau bahwa itu adalah sepupunya sandar. sandar berpeluang untuk nguji gun, dan gun melewati ujian itu dengan rasa tangis yang dalam dari hati kecilnya. Kami tertawa bersama pada sepotong senja, mengakhiri hari itu, hari yang indah. Ouh iya. Gue lupa kasih tau nama cewe itu,
Namanya wiwi.


Tertikung Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dzil Ikram

0 komentar:

Posting Komentar