Rabu, 03 Juni 2015

Jason Marz- I'am Yours


                   
   Pagi indah, menjadi awal hidup dalam setiap insan. Disaat fajar ingin merekah menyinari bumi, memberi manfaat bagi  setiap insan. Semangat sangat membara pagi ini. Entah mengapa? Tapi setahu ku hari ini bukanlah hari special bagiku. Ku ikuti terus kata hati. Ke sekolah adalah aktivitas awal dari hidupku pagi itu. Dengan segera aku berangkat, dibekali sepotong roti coklat di mulut sebagai sarapan sealanya.
Teringat, tersadar, hari ini aku ada kelas bahasa di jadwalku. Aku berlari menuju kamarku untuk mengambil kertas lirik lagu yang  akan di pratekan nantinya. Aku senang dengan hal ini, yang ku senangi adalah listening. Dari kecil aku sudah mengemari lagu  berbahasa inggris. Aku memiliki cita cita untuk melanjutkan studi ku di kota manchester, london. Apakah ini hanya agan agan semata? Terus bermimpi dan berusaha hingga nantinya aku bisa menginjak kaki di manchester.

Di sekolah, kedatangan ku di sambut oleh temanku, aan. Hanya dia yang dekat denganku, dari almamaterku. Yang lain, entahlah aku yang cuek atau mereka. Yang jelas hidupku lebih bahagia seperti ini. Aku punya sahabat tapi dia tidak sekelas dengan ku alias adik letingku. Aku lebih merasa nyaman bersamanya ketimbang mereka teman almamaterku. Bukan berarti aku pilih memilih teman. Semua oarang bisa menjadi temanku asalkan di tau aturan dalam berteman.   “ada bawak kertas lirik lagu ngak” tanya aan. “ada ni...!” balasku senang. Aan menulis lirik lagu itu. Anak itu selalu saja begini, ceroboh semuanya tertinggal.
Mataku tertuju ke ruang lab bahasa yang berada di sebelah kiriku. Aku terkejut disaat melihat adik leting masuk ke ruang lab. Tapi setahuku hari ini adalah jadwal kelasku. “ an hari kelas kita kan di lab bahasa? Aku gak salah jadwalkan?”. “iya hari ini ke....” aan menatap lab bahasa dia berhenti berkata ketika melihat fenomena kecewa ini. Lab bahasa adalah aktivitas di sekolah yang aku dan aan senangi. Seketika pula, teman  sekelasku datang dan memasuki lab bahasa. Aku dan aan terasa binggung dengan hal ini, kami melangkahkan kaki ke lab. Dengan tanda tanya ada apa hari ini di lab bahasa?

“pak! Ada acara apa hari ini, kok ada adik leting di kelas kami?” tanyaku pada pak karno. Pak karno guru bahasa inggris di sekolah kami. Dia tekenal dengan kegarangannya namun sesekali baik hati. Aku udah cukup pengalaman di buatnya ketika tugas tugas darinya tak pernah ku kerjakan. “oh mereka yang minta belajar sama kakak kelasnya. Saya mengizinkan, lagi pula guru mereka pada jam ini sedang berhalangan yah berhubung kosong dan mereka adalah murid murid kesanyangan bapak ” jelas pak karno. “tapi mengapa cewek semua pak”. “ya Cuma mereka yang mau, udah jangan banyak tanyak ayo cepat masuk”. Dengan perasaan linglung aku menuruti kata bapak berkumis ini. Jumlah anggota kelasku tak banyak. Karena kelas kami yang terakhir,  bisa di bilang tingkat EQ-nya tidak terlalu tinggi. cewek cewek di kelas sama sekali tak merasa tertandingi oleh mereka padahal cewek di kelas lebih jelek dari pada mereka. Yah, begitulah kenyataannya. Yang aku kwatirkan, adik leting mampu menjawab semua petanyaan ketimbang kakak letingnya. Aduhhh...malu! oh tuhan engkau maha adil.

Pelajaran lab bahasa kami mulai dengan rasa gundah tak jelas di hatiku. Meski segenap teman di kelasku merasa senang. Karena bisa sekelas dengan adikleting cantik. Tapi mereka tak sadar merekalah sang jenius yang mampu melebihi daya pikir mereka. Hufft!

okey! Today we’ll practice the song what i gift you last meeting” kata pak karno. Pak karno selalu mengeluarkan kata entah berantah itu. Ketika beliau menjelaskan selalu saja aku duduk termenung tak sekali pun daya pikirku bekerja penuh untuk itu.

“Issst...ststtt, asalamualaikum pak, maaf pak telat” kata gadis itu seperti orang berdosa
“eh kamu silahkan masuk, iya gak apa apa kok” jawab pak karno
“silahkan duduk di bangku yang kosong” lanjut pak kumis
 Seketika, mata Kami tertuju kepada gadis yang berdiri di depan pintu. Dan aku:

Wow..perfect! bidadrikah ini? Dia adik leting, Hatiku berkecamuk ketika gadis bertubuh bungil itu memancarkan senyuman ke arah kami. Seakan senyum itu milikku. Dia berjalan ke arahku, yang kebetulan di sampingku ada bangku yang kosong . “can I sit hare” tanyanya padaku. “yes..yes” aku yang bisa mengeyes saja  terasa gugup di hadapan adek leting berwajah cantik ini. Hati ku berdag dig dug. aku jadi salah tingkah. Tebeku seperti es dan akan meleleh jika gadis di sampigku ini pergi dari hadapanku. Siapakah dia? Diakah yang kau kirim untukku? Hati terus berkata kata seakan betul dia milikku.

“hey siapa namamu?” tanyaku

“rina”

“nama kakak siapa?” balasnya sambil mengeluarkan senyum

"namaku andi” percakapan kecil tercipta di antara kami hati semakin merasakan terbeku. Semua badan tak mampu aku gerakan.

Pak kumis itu langsung melanjutkan pembicaraannya, “perhatikan! Sekarang ikuti nada lagu ini sesuai perkataan si penyanyi dengan perlahan” pintanya pada kami. Pak karno menghidupakan music dan proyektor yang sedari tadi tak jadi dia nyalakan karena kedatangan gadis itu.
Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
and now I'm trying to get back
Before the cool done run out
I'll be giving it my bestest
Nothing's going to stop me but divine intervention
I reckon it's again my turn to win some or learn some

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm yours
”. Suara manusia yang ada di lab. Hati ku berkali mengulangi “I’am yours...I’am yours

Hati berkata, “aku adalah milikmu” ketika kami sama sama menatap dengan mata mesra. Ini terasa seperti di surga, hari paling indah, aku nyatakan Aku jatuh cinta padanya. Seyuman itu mampu menulusuri ruang hati ku. Yang busuk menjadi indah. Yang selalu sepi berubah ramai bak taman. Aku akan terus menjadikan lagu ini sebagai awal cintaku padamu sebagai renungan jika aku jauh darimu. Karena aku sangat yakin aku adalah milikmu, kau bisikan pertamaku.

Selepas aktivitas kami di lab. Aku berbincang banyak bersama rina. Aku kira dia sosok yang cuek, ternyata dia orangnya mengasikkan bahkan lebih. “Terima kasih tuhan kau telah megirimku sesosok bidadari. Aku sadar akan semangatku tadi pagi, ternyata ini dia hasilnya kau mengahadiahkanku bidadari. Dan sepotong lagu ciptaan Jason mraz-I’am yours” kata hatiku bahagia.

 *cerita bersambung

Jason Marz- I'am Yours Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dzil Ikram

0 komentar:

Posting Komentar