Kertas Bisikan Rindu

"bergetar tanganku disaat aku mulai menulis. banyak yang aku rasa tentangmu tapi hilang akalku ketika pena ku penggang. malam begitu sunyi, angin setia menemaniku. aku bisa menyadari bahwa kau adalah miliku tapi bukan saat ini. sekarang saatnya untukku berkarya demi masa depan yang indah kelak nanti. disaat aku harus menulis kuingat kau adalah pujaan hati. ketika rindu memasuki kedalam relung relung hati. terpaksa aku harus menulis sebuah penawar rindu itu. melainkan sepucuk surat, karena jarak yang tak mungkin bisa diukur. kertas ini, berisi tumpahan air mataku untukmu. karena tangisan akan rinduku........"


sesaat aku setahun  di kota manchester. kota yang sepanjang hidupku adalah kota idaman, aku kenal kota ini ketika aku melihat televisi, disaat club kesayanganku (chelsea) harus imbang melawan penghuni old traford kala itu. menuntut ilmu di manchester adalah cita cita yang ku tanam sejak umurku beranjak 12 tahun. ayah dan ibuku selalu saja meremehkanku akan cita citaku. tapi tekat api yang begtiu besar ku simpan. hingga pada saatnya aku pergi meningalkan tanah kelahiranku ayah dan ibu bangga kepadaku. mereka kira cita cita ku saat itu adalah cita cita monyet semata. saat meninggalkan tanah kelahiranku tentu banyak kenangan yang kusimpan. teman seperjuanganku di pondok, keluarga, terutama adik kecilku, dan tentu kekasihku. walaupun kami tak pernah menjalin ikatan sama sekali. tapi menurut hati kecilku dia adalah kekasih unggahan yang akan segara kumiliki. di manchester aku tinggal dengan temanku, namanya ahmad anak tanah kelahiran padang ini berjumpa denganku di bandara saat kami sama sama ingin ke manchester, tepatnya setahun silam. kami berdua terlihat akrab meski berbeda tempat lahir, aku aceh dan dia padang. tapi kata orang kami sehati. dia gemarnya menulis, dan katanya aku juga punya bakat menulis. terpaksa dia harus baca buku  harianku karena rasa penasarannya yang membara. makanya dia berkata seperti itu. tapi aku sama sekali tidak merasakan bakat menulis dalam benaku ini.

"eh..bengong amat sih loe hari ni, ada apa sih? mikirin justin! cewe bule dipikirin alah cinta kalian cinta monyet tau. sadar! kita indonesia brother!" canda ahmad

justin pacar aku di manchester, saat ini kami hubungan kami berumur tiga bulan. aku rasa benar kata ahmad cinta kami adalah cinta monyet. "jadi aku tak perlu harus seriaus amat ngejalaninya." bisik hatiku. tapi sedari tadi aku memikirkan alya, wanita yang ku anggap kekasih meski tak ada ikatan di antara kami.

"woii....jawab dong"

"enggak kok, aku rindu ibuku"

"hah? kayak anak kecil aja loe, baru juga setahun disini"

"anak mana sih yang gak rindu masakan ibunya" candaku pada ahmad

"kalau itu siapa gak yang rindu sih, otak loe itu makan aja"

"hahahahahahahah...." kami tertawa bersama, tanpa sadar justin pacakur tersenyum melihat tingkah kami berdua. dia menyapa lalu mencium pipi kananku, maklum ini negara bebas.

"gila loe tiap hari dapat geratisan...mau donk"

"makanya dicarik donk" balasku

aku tak tau apa alasan justine, jatuh hati padaku. yang jelas kau tak mau menanyakannya.

"have plan for tonight?' tanya justin padaku

aku menganguk nganguk kepalaku. "okey...my family ask you for dinner tonight, i hope you at time. se you tonight!"

keluarganya mengajak ku makan malam bersama. tapi aku masih bingung memikirkan ini semua. "gila....gue ikut ya, sob loe mau di kenalin sama keluarganya. gue tarik kata kata gue. ini bukan cinta monyet sob"

"enggak...! ini cinta monyet!'' balas tegasku

"yaelah...udah di kasih harapan di buang, aneh loe. men bule.. bule men"

"udahlah lupain aja, mau ikut gak loe?"

"ya deh gue diam"

aku dan ahmad melanjutkan pekerjaan kami masing, dia menulis dan aku memainkan ponselku.


                                           
                                                                         ***

malam tiba, aku dan ahmad tiba di rumah justine. rumah yang besar di ikuti gaya khas negaranya. keluarga justin ramah dan baik. tapi hati ini merasa malu serasa ingin cepat cepat berakhir hal ini. selama 55 menit aku terdiam tanpa suara seraya mengunyah makanan. dan hal yang kutunggu sedari tadi tiba, go home!. sebelum itu terjadi aku sempat di tarik oleh justine, dia mengajak ku bicara. mata tajam menatap ku seakan dia mengajakku untuk serius tentang hubungan ini. mataku tetap saja sepele akan hal ini. akhirnya, di sela tatapan itu aku pamitan. dan dia mencium bibir ku dengan mesra. aku tak bisa menolak. hanya setelah itu kalimat astaufirulallah yang keluar dari bibirku. aku dan ahmad meninggal rumah besar itu

aku masih bisa merasakan rindu terhadap alya. tetap saja yang terbaik di hati ini. selama aku meninggalkan tanah rencong, masih dia terbaik, masih dia yang terindah, tak satu pun yang bisa menyamainya. "oh tuhan apakah ini cinta sejati?'' hatiku berkata. malam itu sunyi angin menerpa poni rambut ku yang panjang. aku merinding. hati terarah untuk menulis sebuah surat. aku teringat kata ahmad, bahwa aku punya bakat untuk menulis. ku coba untuk menulis. tiba tiba ponselku berdering, ada pesan dari justine "nice dream". aku merasa terganggu dengan ini. hati kecilku ikut berkata: "sudah saatnya kau mengakhiri ikatan cinta bersama justin. jalan hidup kalian tidaklah sejalan. lebih baik kau tetap menunggu alya, bukankah dia yang selama ini yang kau tuju. simpanlah rasa itu hingga semua indah pada waktunya".
aku segera mengiyakan kata hati ku, menelpon justin dan minta putus. dia marah padaku, aku tak peduli. yang ku pedulikan saat ini adalah rasa rinduku. aku tak berpikir esok justin datang padaku,. menamparku dan banyak hal kejam lainnya. masalahku dengan justin ku anggap selesai. ahmad yang tadi tak setuju dengan keputusanku. kini dia mulai membelaku.  segera aku menulis surat rindu untuk alya dengan diiringi melodi cinta indah. selembar kertas mulai kucoret:

"bergetar tanganku disaat aku mulai menulis. banyak yang aku rasa tentangmu tapi hilang akalku ketika pena ku penggang. malam begitu sunyi, angin setia menemaniku. tak tau apa yang harus ku tulis di kertas ini. sejelas mungkin, aku bisa menyadari bahwa kau adalah miliku tapi bukan saat ini. sekarang saatnya untukku berkarya demi masa depan yang indah kelak nanti. disaat aku harus menulis kuingat kau adalah pujaan hati. ketika rindu memasuki kedalam relung relung hati. terpaksa aku harus menulis sebuah penawar rindu itu. melainkan sepucuk surat, mengingat jarak yang tak mungkin bisa diukur. kertas ini, berisi tumpahan air mataku untukmu. karena tangisan akan rinduku padamu. menulis karena bisikan rindu dari hati kecil. apa yang terasa ku tulis disini. apa kabarmu kekasih ungguhan hati . meski kau tak pernah mengangap aku kekasih tapi di hatiku kau adalah yang terbaik. disini, di kertas ada tumpahan air mataku. telah ku hitamkan dengan penaku. biar dia menjadi saksi rindu tangisanku padamu. ketahuilah! disini, di kota manchester kota idamanku. aku punya kekasih. apa kamu punya disna?. tapi, sebelum aku menulis surat ini dia telah kuputuskan. dan mungkin tidak akan bisa masuk dalam hidupku lagi.
alya..izinkan aku mengungkapkan perasaan yang selama ini ku pendam "aku cinta akan kau"
aku berjanji, disaat ku mengunakan toga aku akan kembali dan memotretmu dengan kejutan.
kutulis surat ini karena bisikan rindu....
kutulis surat ini karena kau yang terbaik di hati...
takkan pernah ada yang lain selain kau alya. apakah kau marasa sedemikian?. surat balasanmu sangta ku tunggu alya meski itu harus lama aku menunggu. salam rindu dari manchester!"

ku masukan suratku ke amplop, segera aku memasukannya ke kotak pos yang ada di depan halaman kosku agar esok hari di ambil oleh petugas pos.

esok harinya, di kampus seperti yang aku duga semalam. justin menemuiku dan bertanya banyak kepadaku. aku menoleh kebelakang. dia menarik tanganku, lalu aku berkata. "I DON'T LOVE YOU!" lalu aku pergi. semua orang memerhatikan kami berdua. aku tak peduli akan hal ini. menuju kelas dan belajar itu yang sedang terlintas di pikiranku. hingga bel pulang berbunyi aku tak melihat justin lagi.


                                                                      ***

genap seminggu umur surat itu, tapi belum juga ada balasan dari tanah air. apakah alya mengabaikan suratku? atau surat itu tak dia terima. di setiap selesai salat, kidung kidung doaku adalah surat itu, agar dia menerima dan membacanya. malam ku terlelap nyenyak.

esok hari, seperti biasa aku selalu melihat kotak pos di halamn kosku. dan aku terkejut ketika melihat itu berisi ssatu surat. ku kira itu untuk dari alya. ternyata, untuk teman tentangga kamar. "ya allah... apakah dia membaca suratku?" tanya ku ke atas. aku berangkat ke kampus dengan perasaan tak enak. di tambah aku melihat justin berdua dengan lelaki lain. ku rasa bukan cemburu tapi muak dengan wajahnya. dia bermaksud membuat aku cemburu, tapi ku rasa aku sama sekali tidak. "oh no.. bad day!
malam ini, aku agak cepat tidur dari pada malam biasanya. karena tak ada yang harus aku kerjakan. kau berharap semua keburukan hari ini sirna.

pagi itu, ku lihat kotak pos. kali ini walaupun terisi satu surat. aku menyepelekan surat itu, aku mengambilnya dengan sikap cuek bebek. namun ternyata itu adalah surat balsan dari alya. bergegas aku menbukanya. dan isinya:

alhamdulillah aku baik baik saja.
sama, aku juga rindu padamu. sebenarnya aku juga binggung untuk harus membalas suratmu yang indah itu. tapi terpaksa aku membalasnya, karena ini adalah penawar rindu untukmu. ketahulah! setelah kau pergi. tak seorang lelakipun ku terima di hati ini. karena aku menunggumu. aku yakin kau akan kembali untukku. hapuslah air matamu karena aku tak perlu kau tangisi. jika allah mengizinkan kita pasti bersama. kuharap kau disana bisa menjaga perasaanku ini. di doaku juga ada namamu. aku merindukanmu. disaat aku membalas surat ini, aku sedang berada di tempat kita pernah bersama sama dulu. tempat yanng penuh dengan lingkup kekeluargaan, dan benih cinta. rindu membara untukmu!

                                                                                                             aceh, indonesia
                                                                                                                    alya


sejak saat itu aku merasa bahagia, ku jalani hariku dengan penuh gembira. seakan aku mampu mengojangkan kota manchester. bertiriak "ooooooo...." sekeras mungkin. ku perlihatkan surat itu kepada ahmad. dia memelukku. namun, kesenanganku berubah ketika justin datang di sela pelukan aku dan ahmad. dia datang mengajak aku balikan. ku perlihatkan surat itu. meski dia tak tau artinya apa. dia tetap matanya menotot dan akhirnya dia meminta ahmad untuk mentranslitenya ke dalam b.inggris. karena aku cuek bebek kepadanya. setelah ahmad melakukan hal tersebut dia pergi meninggalkan kami berdua.

"gila loe..!cewe bule loe maninin, gak bisa pulang ke indonesia baru tau rasa"

"open gue...visa gue kan belum mati tu. hahah"

"hahahahahahahah ..wkwkwk ..wkwkwk..kwkwkw"

aku dan ahmad bercanda senang dan sepanjang hari ini hidup ku berjudul "nice day!!"


Postingan populer dari blog ini

Sahabatmu, Juga Musuhmu

Tertikung