Ketika Aku Mengenalnya?

malam ini, cuaca begitu mendukung dengan kerinduanku padanya. pada seorang pujaan hati, aku ingin mecurahkan rasa rinduku ini. tak tau siapa yang aku tuju. ku ambil selembar kertas dan pulpen di kantong jeketku. aku dan rasa rinduku mulai menulis, air mata ingin keluar tapi aku menahannya. aku tak boleh sesal dengan keputusanku padanya. tapi di setiap coretan pena ku hanyalah dia. hari demi hari di kertasku hanya dia. aku melihat fotonya, ku tatap dengan air mata. genangan itu mulai jatuh dan membasahi pipiku. setetes jatuh ke fotonya...aku rindu denganya. selalu mencoba untuk melupakanya. namun ketika semua itu ingin aku lakukan, selalu saja hati ku terasa pedih. seakan ada yang menusuk. perlahan aku menulis sembari meliahat fotonya, merenungkan segalanya.

pertama kali aku meliahtnya, dia mengeluarkan senyum padaku. di sebuah ruang yang kecil. waktu tu dia mengenai gamis b
erwarna kuning. hati ku begitu tertarik. aku rasa akan ada cinta pada diriku. keesokan harinya, ku tanya dia pada teman temannya. tak seorang pun yang mengetahuinya. aneh! aku terbayang akan dirinya. seiring waktu berjalan dia selalu di pikiran dan di hatiku, ku pendam rasa ku padanya. terlalu lama aku menyimpan rasa ini, tiga tahun lamanya. meskipun selam tiga tahun aku ada berpacaran dengan wanita lain tapi hati ku tetap untuknya. aku menjalani sandiwara ikatan dengan yang lain itu karena ada faktor sebab yang tak mungkin aku uraikan disini. yang jelas sekarang! aku tak mau lagi melakukan sndiwara itu. walaupun teman teman memaksa aku. karena mereka tak mau lihat ku menjomblo. menurutku itu alasan yang aneh. hati..hatiku jadi aku yang mengaturnya, seharusnya mereka tak ikut campur urusan hatiku ini. selama tiga tahun aku memendam rasa itu, dan pada akhirnya aku menggukapkanya pada wanita tersebut. dan aku tak meminta dia untuk menjawab nya. aku tak ingin mejalin ikatan cinta (pacaran). karena aku yakin, jika kita pacaran pasti akan marah marahan. dan aku tak mau itu terjadi. mungkin juga dia tak cinta padaku. sedih!

sekian tahun mencarinya memendam rasa ini, upaya ku sangat besar supaya aku bisa berkomunikasi denganya. dan pada hari ini aku membuat keputusan mencoba untuk melupakanya dan berpura pura mengenalnya. bodohkah aku?. tuhan apakah dia untukku?

sampai sekarang aku tak pernh tau, apakah dia menyangiku? sepreti aku menyanginya. apakah dia memikirkank? seperti aku memikirkannya. apakah dia merindukan ku? seperti aku merindukannya. yang jelas hatiku ini selalu ada untuknya. mengenalnya, mencintai, dan menyanginya adalah keindahan di hidupku. di kertas ini aku bercerita tentang bagaimana aku pertama kali melihatmu. satu hal yang harus kau tau, aku mencintaimu karena ALLAH. senyuman itu, tiga tahun yang lalu masih terbayang di benakku. di kertas ini aku ingin menulis
"I LOVE YOU" DO YOU LOVE ME?

Postingan populer dari blog ini

Sahabatmu, Juga Musuhmu

Kertas Bisikan Rindu

Tertikung