Hati, Hanya Tuhan dan Pemiliknya Yang Tau







     Bicara masalah hati, hati letaknya di tempat yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. jikalau bisa, kita harus membelah sesosok tubuh manusia. namun kita tidak tau apa isi di dalamnya. karena hati hanya tuhan dan pemiliknya yang tau.

jangan sesekali menebak hati seseorang, agar kita bisa mengetahui masalah kedepan yang ingin dia lakukan. contohnya, ingin mengatahui isi hati seseorang; siapa yang dia cintai? aku kah ? atau dia?. begitulah. perbuatan ini bisa menghadirkan kekecewaan yang sangat dalam. menebak boleh! asalkan bisa menerima resiko dan juga memendam penebakan kita di hati kita sendiri, jangan sesekali menyebarkan nya. jika tidak anda merasakan resiko tersebut.

   hati adalah cinta dan kebencian. mengapa?, terkadang hati itu suci, dan suci itu adalah cinta. sejauh saya memandang terlihat sepasang merpati putih di atas pohon yang teduh. memberikan cinta dan kasihnya bersama sama. tak sesekali melukai. cinta itu tumbuh di hati karena kita dapat memahami dan mengerti satu sama lain, cinta itu tumbuh karena kita merasakannya dengan perlahan. cinta yang suci, bukan karena ada suatu hal yang kita inginkan dari apa yang kita cinta. tapi cintai suci itu dengan kesungguhan relung hati terdalam. karena dengan cinta itu kita akan menikmati kehidupan di bumi tuhan.

hati juga kebencian, kebencian adalah kemarahan dan kekecewaan yang kita dimiliki pada setiap insan di lingkungan kita. kebencian hadir tanpa kita ketahui terkadang hadir dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang selonok. juga terkadang hadir karena sama sama mencintai seseorang yang kita pilih, untuk akan menjadi teman hidup kita kelak nanti, itu lah yang terjadi pada setiap kebencian yang ada pada remaja. hati yang sudah terluka oleh suatu perkataan, tidak bisa kita obati secara utuh, bak kaca yang pecah dan tak mungkin kita jadikan satu kembali. hati hati dengan perkataan dan perbuatan anda!. sesekali dapan melukai seseorang dan menyebarkan kebencian sesama.

nah, dalam tulisan ini saya ingin megatakan perihal; jangan sesekali menebak hati seseorang untuk kita jadikan kesenangan di hidup kita. sebenarnya, boleh saja!. tapi harus siap menerima rasa sakit hati dan kekecewaan yang dalam. karena hati hanya tuhan dan pemiliknya yang tau. begitulah!


Postingan populer dari blog ini

Sahabatmu, Juga Musuhmu

Tertikung

Kertas Bisikan Rindu